udara malam mencekik pori
tubuh ini lelah
hati, belati, dan logika
kelopak mata terberat
ditopang tekad terkuat
sesekali binatang malam
yakinkan diri mereka ada
terjauh dari jiwaku
tak bersaing dengan amarahku
hadiri mimpi dlm terjaga
separuhnya telah pergi
rangkul ketenangan sesaat
tapi pasti seperti biasa
takkala mentari congkak lagi
jutaan ton itu kembali
pundakku terbiasa
tapi langkahku tertatih
Tuhan ini bukan mimpi
tapi tolong
bangunkan aku Tuhan.........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar